BLANTERORBITv102

    Medsos Itu Mendekat Hamba dengan Tuhannya, nih 4 Buktinya

    Wednesday, October 7, 2020

    Ada hal yang saya kira sangat keliru bila anda memahami kalau medsos itu dapat menjauhkan atau dalam hal ini dapat melalaikan hamba dengan Tuhannya, sebab indikator dekat itu variatif nda bisa serta merta menghitungnya dari sekadar mengetahui banyak dan sedikitnya seseorang mengeluarkan dalil di mulutnya.

    Saya punya kakek (alm), dahulu beliau kerjaannya mengasuh dan memelihara empangnya setiap hari, bercengkrama di rumah-rumah tentangganya, bersenda gurau di pematang empang bersama kawan-kawannya seperemapangan, nikmat kopi dan asap rokok telah mafhum mereka khatamkan.

    Setiap kali kakek saya pulang ke rumah, nda pernahji na ceramahika tentang sholat dan mengaji, bahwa saya harus begini dan begitu sesuai tuntunan agama.

    Sampai ketika saya masuk di pesantren dan kuliah, saya baru menyadari bahwa kakek saya sangat dekat dengan Maha Pencipta sebab ia selalu menjaga kedekatannya dengan ciptaan dari yang Maha Menciptakan, pun ketika sampai hari ini, saat medsos telah menjadi alam baru, setelah alam akhirat dan alam dunia. hahaha. Saya melihat bahwa "Sungguhnya medsos itu dapat mendekatkan seseorang dengan Tuhannya bagi orang yang berpikir."

    Maka mari kita bersama-sama berpikir dengan 4 Alasan di bawah ini:

    1. Medsos Ajang Berharap

    Sangat sering pasti kita menemui di beranda-beranda medsos akun-akun yang memposting ujaran harapan kepada pacarnya di hari ulang tahunnya, seperti; "Sehat terus yah sayangq, semoga engkaulah yang dikirimkan Tuhan untuk menjadi jodohku" sambil tertulis "Merasa bahagia." atau "Bersama dia."

    Bukan hanya yang punya pacar namun juga yang masih jomblo, seperti; "Sahyul membagikan kiriman @jomblofiSabilillah" tertulis di kirimannya "Terus memantaskan diri, sampai Rabbi merestui."

    #Walau saya pikir sih harusnya kerja juga bagai kuda untuk mendapat uang panai sebanyak-banyaknya. ahahah.

    2. Medsos Ajang Ukhuwah

    Sangat sering juga kita menemui akun-akun yang membagikan link atas sebuh artikel dengan judul yang fantastis, seperti; "7 Negera yang Ditenggelamkan Allah Karena Pemimpinnya Tidak Adil, Naudzubillah" lantas diberi caption "Ya Allah jauhkan kami dengan pemimpin seperti ini"

    Link-link seperti itu sangat laku di pasaran medsos, bagai kacang goreng di pasar malam, dari keviralan link tersebutlah ukhuwah antar akun medsos terjalin dengan argumentasi umum yang disebarkannya.

    #Walau kadang isi iklan dari linknya, berisi obat pembesar anuu. Hahaha.

    3. Medsos Ajang Pertobatan

    Kemarin di beranda facebook tante saya, ia menuliskan "Ya Allah ampuni saya yang telah memfitnah kelurga orang, ternyata apa yang telah saya katakan itu tidak benar."

    Sering pula pasti kita menemui status-status yang seperti tante saya itu, medsoslah yang menjadi tempat untuk mereka bertobat dan memohon ampun kepada Tuhan.

    #Walau saat membalas dikolom komentar kadang ia lupa akan keinsyafan yang telah dituliskannya. Wkwkwk.

    4. Medsos Ajang Berdoa Mendapat Keturunan

    Di instagram, sering ditemui akun-akun yang membagikan sebuah gambar berisi doa-doa tertentu, seperti; "Doa Mendapat Keturunan".

    Maka remaja-remaja yang nikah muda, agresif sekali share ke stroy ignya, dengan tambahan caption yang biasanya berisi " Ya Allah beri kami generasi yang soleh dan soleha. Amiin."

    #Walau DM mantannya selalu bertengger di chat teratas. Hahaha.

    ****

    Dari keempat alasan yang saya utarakan di atas, jika kita cermati betapa sering akun-akun medsos menyebut nama Tuhan atas konten-konten yang ada di medsosnya. Jika dalam sehari saja akun tersebut aktif dan membagikan 4-5 konten seputar empat kategori ajang di atas maka, berarti ada sekitar 4-5 kali juga nama "Tuhan " yang disebut, jika dikalikan dalam sebulan ada sekitar 120-150 kali nama "Tuhan" disebut.

    Bukankah ada banyak pahala dan keutamaan bagi hamba-hamba yang selalu menyebut dan mengingat nama Tuhannya, kan?.

    Tapi Ingat..!!!, sebenar-benarnya hamba yang dekat dengan Tuhannya adalah seseorang yang tak mampu lagi berkata-kata atau melakukan apaun untuk menjelaskan kedekatannya, sebagaimana sepasang kekasih sejati yang tak mampu menjelaskan arti cinta saat berada di sisi kekasihnya, sebab arti cintanya adalah kekasihnya itu sendiri.

    Bukan Akun-akun medsos yang nda jelas kewarasannya itu. Wqwqwq.

    Salam Cinta untukmu.

    ©SahyulPahmi


    Author

    Padweb Corp

    Beyond Web Created

    1. Bisa dibilang, media sosial itu bisa jadi salah satu wadah komunikasi dengan tuhannya ya, penuh ekspresi.

      ReplyDelete
    2. Bisa dibilang, media sosial itu bisa jadi salah satu wadah komunikasi dengan tuhannya ya, penuh ekspresi.

      ReplyDelete