BLANTERORBITv102

    Tawassul ke Makam H. Abdul Rahman Balang Lompo (Pua' Emmang)

    Sunday, October 11, 2020


    "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya (wasilah) dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kalian mendapat keberuntungan".

    Quran Surah Al-Maidah ayat 35 di atas dalam banyak pandangan ulama dan dalam kitab tafsirnya dijelaskan bahwa "Ada ulama yang menjelaskan yang dimaksud Wasilah itu surga, ada juga yang mengartikan amalan-amalan yang mampu mendekatkan seseorang dengan Allah SWT, serta ada pula yang mengartikan sebagai seseorang yang bisa menjadi prantara, karena kesalehan dan kedekatan seseorang kepada Allah SWT."

    Prantaraan seseoranglah (baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal) sebagai pe-wasilaha-nnya yang dimaksud Tawassul, sebagaimana akar kata wa-sa-la yang berarti "mendekatkan", oleh karena itulah warga Nahdliyin (Warga Nahdlatul Ulama) #Seperti saya ini gaes..hehe, meyakini bahwa salah satu kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat adalah bertawassul.

    Atau lebih jelasnya saya mengutip penjelasan Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Hasani Al-Maliki, dalam kitabnya Mafahim Yajibu an Tushahhah, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, pada halaman 123-124.

    Artinya, “Pertama, tawasul adalah salah satu cara doa dan salah satu pintu tawajuh kepada Allah SWT. Tujuan hakikinya itu adalah Allah. Sedangkan sesuatu yang dijadikan tawasul hanya bermakna jembatan dan wasilah untuk taqarrub kepada-Nya. Siapa saja yang meyakini di luar pengertian ini tentu jatuh dalam kemusyrikan,” 

    Dalam tradisi Bugis-Makassar ketika mengunjungi makam (para orang-orang saleh atau para wali), juga dikenal dengan istilah "Massappa' Barakka" (mencari berkah atas doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah sebagai jembatannya adalah karamah wali tersebut).

    Sederhananya, kita kan orang awam nih, sangat banyak sekali dosanya, sangat banyak penghalang kita kepada Allah saat memunajatkan doa kepada Allah, jadi kita butuh orang-orang saleh, butuh kekasih-kekasih Allah.

    Seperti halnya, ketika kita mengodo-odo cewek, kita kan nda bisa langsung bekenalan, ada proses dulu, entah itu menanyakan no. WAnya di temannya, atau stalker dulu ke akun medsosnya, dalam melakukan jurus-jurus stalker kan pasti kita butuh kuota, nda bisa langsung, kuota inilah yang menjadi prantaranya dalam mendekatkan kita dengan si dia. heheh. walau pada akhirnya kita ditolak juga. Wqwqwq.

    Lalu kenapa saya bertawassul kepada H. Abdul Rahman Balang Lompo (Pua' Emmang)?.

    Pertama, beliau adalah kakek buyut saya.

    Kedua, secara pengamalan ibadah beliau layak disebut orang yang dekat dengan Allah.

    Ketiga, beliau sangat rindu dengan cucunya.

    Ada banyak sekali petuah-petuah luhur yang beliau tekankan kepada anak cucunya, mulai dari adab berbicara, adab duduk, dan adab makan. dulu saat saya masih kecil beliau sangat marah ketika ada anak cucunya tengkurap (moppang).

    Dan yang paling saya ingat semasa hidup beliau adalah saat setelah shalat magrib, beliau terus bertasbih di kamarnya sampai waktu shalat isya tiba, dan tasbihnya selama hidupnya tidak pernah terlepas di tangannya sampai ia menghadap keharibaan Allah SWT.

    Dan alhamdulillah, sekarang tasbih itu saya yang simpan, hehe. Harum tangan beliau masih terasa di tiap butir-butir tasbih itu.

    Saya sih nda bermimpi untuk menjadi seseorang yang saleh seperti beliau, akan tetapi saya hanya ingin beliau ditempatkan di tempat paling baik di sisi Allah SWT, agar saat saya jalan-jalan ke surga nanti, saya bisa memijit-mijit betis atau punggung beliau. hehe. Aamiin. 

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

    يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الكَرَمِ 



    ©SahyulPahmi


    *sumber refrensi: NU Online, NU Online




    Author

    Padweb Corp

    Beyond Web Created