![]() |
| ilustrasi: manusia Indonesia |
Siang yang terik, saat saya menempuh perjalanan ke Kabupaten Maros, atau tepatnya ke Madrasah Aliyah Negeri 1 Maros.
Madrasah itu adalah salah satu Madrasah yang ada di Kabupaten Maros yang websitenya dibuat dan dioptimasi oleh Padweb Corb, saya selaku CEO harus turun lapangan sendiri Untuk menandatangani surat perjanjian kerjasama perpanjangan domain SCH.ID. Lokasi Madrasah tersebut sebenarnya sudah tidak berjauhan lagi dengan Kabupaten Pangkep, jadi perjalanan saya lumayan melelahkan saat menuju kesana, akan tetapi karena nafas Padweb Corb adalah Inovasi Teknologi Informasi untuk Lembaga Pendidikan Islam maka apapun tantangannya harus kami hadapi. Sesampainya di sana, butuh waktu lama saya harus menunggu kepala sekolahnya, sebab saat saya datang waktu shalat dhuhur tiba, maka pastilah pak kepala sekolah ke masjid dulu. Sekitar 20-an menit saya menunggu beliau, di sebuah ruangan guru-guru, bapak kepala sekolah datang, saya mempersilahkan diri untuk masuk ke kantor beliau. Tak butuh kata pengantar apapun, saya langsung mengutarakan ihwal kedatangan saya, sambil membuka masker. "Saya ingin mengonfirmasi ini Pak, bahwa apakah madrasah bapak ingin melanjutkan masa berlaku domainnya?." Kepala Sekolah menyambut baik hal tersebut dengan menginginkan melanjitkannya, apalagi saya hanya menghargai perpanjangan domainnya 200 ribu saja untuk masa berlaku 1 Tahun. Setelah persyaratan administrasi terpenuhi, mulailah saya bergegas pulang. Akan tetapi, saya begegas pulang ke kampung (tidak ke Makassar) yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Madrasah tersebut. Walau saya harus kembali ke kota Maros dulu baru ke kampung untuk mencetak stiker label Ikan Mujair Kering yang saya jual secara online. *** Nah. dalam perjalanan ke percetakan itulah saya mempelajari arti dan makna Manusia Indonesia. Di tengah perjalanan, saya menjumpai petugas listrik entah mereka dari PLN atau Prusahaan lain, mereka terlihat sedang menarik-narik kabel panjang untuk memasangnya di tiang-tiang listrik jalan raya. Terlihat mereka sangat gigih. Tentu telah kita pahami bersama, bahwa dibalik kegigihan mereka ada senyum keluarga dan anak-anak mereka menunggu sesuap nasi atau apapun itu bentuknya agar mereka bahagia. Sebelum saya sampai di sebuah percetakan, saya merasa haus dan ingin membeli rokok di Alfamart, di Alfamart itu pula saya melihat kegigihan hidup seorang tukang parkir tua. Bayangkan saja, saya membayar tukang parkir tersebut 5 ribu rupiah, ia kelihatan bahagia sekali. Saya rasa saya harus belajar bersyukur kepada orang tersebut. Saya pun melanjutkan perjalanan setelah singgah di Alfamart, namun karena jalanan macet laju motor saya harus pelan-pelan, ditengah jalan macet itu tepat di hadapan saya, seorang ibu-ibu tua penjual jamu terlihat sangat kuat mengendarai motornya, padahal saya kira jamu yang ia bawa di belakang motornya sangatlah berat, namun karena hidup harus terus diperjuangkan maka sangat berdosa seseorang jika tidak berjuang. *** Pertemuan atau perpapasan saya dengan orang-orang yang saya ceritakan, sangatlah sering kita jumpai akan tetapi mungkin sangat sedikit kita belajar dari mereka. Tentang kesabaran, kegigihan, dan rasa syukur, ketiga nilai itulah yang saya yakini sebagai nilai utama dalam diri seorang Manusia Indonesia yang sesungguhnya. Semoga ketiga nilai itu, dapat kita terus pelihara di masa-masa pandemi ini. ~Semoga dan Teruslah Bahagia ©SahyulPahmi |


0 Comments