TITIK MANA
Gelisah gelombang di Samudera
Hembus angin meronta-ronta
Di pohon mangga
Berjatuhan Pepohannya
Tanah tak pasti
Air terkucur di sela-sela batu
Semua kunang-kunang menghilang
Lenyap dalam gelap malam
Titik mana yang menghentikannya
Sebua tanda koma,
Atau memang sudah habis lembarannya.
***
Makassar. 07/10/2020
FAJAR SEPERTI MASA LALU
Mata Bertanya-tanya
Telinga dengung teriak saudara
Sambil merceca
Yang berdiri di balik pintu
Kemana orang-orang
Aka mengambil kayu bakar
Tak ada lagi yang kering
Pun tidak ada lagi yang dapat dikeringkan
Fajar seperti masa lalu
Kelam dan tak penting dikenang.
***
Makassar. 07/10/2020
MENUNGGU BATU NISAN LAGI
Rumah-rumah beratapkan
Hujan-hujan dari jari-jari tangan
Yang gemetar untuk makan
Piring-piring kosong
Tak dipedulikan
Kata terserah bersuara
Dalam dada seorang pembantu tua
Majikannya mati,
Sudah mati
Hari ini
Ia menunggu batu nisan lagi
***
Makassar. 07/10/2020
BERUBU PERTANYAAN
Sepucuk bunga
Ditanam dalam pot angkara
Berbuah dusta
Dimana-mana ia bertumbuh
Berkembang
Dan menuntut
Beribu pertanyaan?????
***
Makassar. 07/10/2020
JANDA TUA TERTAWA DAN MENANGIS
Di penggorengan
Janda tua tertawa.
Terbahak-bahak
Mengenang suaminya
Ia tertawa lagi
Sampai ke tempat pencuci piringanya
Sampai ke tempat pencuci pakaiannya
Temuannya, hanya masker
Dan air matanya yang disembunyikan lewat tawa.
***
Makassar. 07/10/2020


Puisinya bagus-bagus Kak, semoga corona segera berlalu~
ReplyDeleteIya Kak. Aamiin
Delete